//
you're reading...
Movies

Avatar: Special Edition [USA|2009]

Avatar merupakan sebuah science fiction movie mahakarya James Cameron, sebagai salah satu film terbesar di tahun 2009 yang telah menyabet begitu banyak awards dalam berbagai kategori termasuk Best Motion Picture – Drama Golden Globe Awards 2010 dan juga sebagai film terlaris sepanjang sejarah. Menyusul kesuksesannya itu, tahun 2010 ini Avatar kembali hadir di bioskop-bioskop dunia dalam format 3D dengan delapan menit extended scene yang disebar di beberapa part film. Namun di sini, saya tidak akan memberikan review pada delapan menit extended scene tersebut karena saya hanya menikmati avatar dalam versi special edition tanpa penah menikmati avatar yang pernah dirilis pada 2009 lalu. Yah, how poor I am.

Avatar bercerita mengenai sebuah proyek besar peradaban manusia pada tahun 2154 untuk mendapatkan cadangan energy baru berupa mineral yang disebut unobtanium. Pencarian unobtanium ini dilakukan di sebuah hutan nan subur bernama Pandora yang dihuni oleh berbagai macam makhluk hidup termasuk suku Na’vi. Karena di tempat ini manusia tidak dapat bernafas dan hidup normal layaknya di bumi, dalam pelaksanaannya, proyek ini menciptakan sebuah replica suku Na’vi yang bisa dikendalikan dengan pikiran manusia untuk melakukan penelitian tersebut yang kemudian disebut sebagai avatar.

Proyek ini melibatkan Jake Sully (Sam Worthington), seorang purnawirawan angkatan laut Amerika yang terluka dan cacat akibat perang sehingga menyebabkannya tidak bisa berjalan. Namun dengan avatar, Jake bisa menikmati kehidupannya kembali secara utuh termasuk berjalan pun berlari. Dan dengan avatar ini pula, selama penelitian Jake harus beurusan dengan suku asli Pandora, mulai dari semua adat, kebiasaan, peraturan, bagaimana menjadi seorang Na’vi, termasuk jatuh cinta pada Neytiri (Zoe Saldana), salah satu dari mereka, hingga harus memutuskan hal yang akan menentukan nasib Bumi dan suku Na’vi.

Film ini tampil begitu memukau dan sempurna dalam semua aspek. Mulai dari cerita, cinematography, music scoring hingga pada efek 3D yang disuguhkan. Cerita yang ditawarkan terkesan begitu masuk akal meskipun berlatar pada masa depan dengan era hi-tech pada semua peralatan dan pola pikir yang digunakan. Begitu pula pada suku Na’vi, penciptaannya pada setiap tingkah laku, karakter, hingga peraturan, adat, dan bahasanya mengindikasikan betapa film ini tercipta dengan kreativitas dan daya imajinasi yang di atas rata-rata. Selain itu, film ini juga hadir dengan tanpa meninggalkan pesan moral yang tersirat, mengacu pada isu kemanusiaan dan juga lingkungan.

Dalam film ini juga, penonton akan diajak berpetualang untuk mengeksplorasi keindahan planet biru Pandora dengan segala keunikan dan landscape yang mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya,. Terlihat pada visual effect yang digunakan pada setiap makhluk hidup penghuni hutan Pandora, baik pada siang maupun malam hari yang membuat saya benar-benar berdecak kagum selama menikmati film ini diputar. Cinematography brilian tersebut semakin lengkap dengan penataan music scoring yang begitu mendukung suasana keindahan Pandora dan mengiringi setiap scenenya. Semua terasa tepat pada scene petualangan Jake belajar menjadi bagian dari suku Na’vi, romance dan drama scene Jake dan Neytiri, pun pada saat scene fight yang cukup membuat kadar emosi meningkat.

Semua itu menjadi semakin sempurna dengan penyuguhan efek 3D yang digunakan. Saya benar-benar menikmati saat film ini disajikan dengan efek 3D yang begitu nyata pada setiap scenenya, bukan hanya sekedar 3D pada part tertentu saja. Saya seolah berada di Pandora, menikmati setiap keindahannya yang begitu nyata, dimana saya bisa menyentuh setiap semak dan tumbuhan yang ada di depan dan sekeliling mata saya. Pun pada saat berada di laboratorium RDA Corporation tempat penelitian ini dikendalikan , hologram system dan kendali yang digunakan seakan-akan nyata di depan saya.  Hal ini membuat saya ber-statement bahwa inilah film dengan efek 3D terbaik yang penah saya saksikan.

Dengan segala kesempurnaan pada setiap elemen penyusun film yang ditawarkan hingga pada penyajian gambar 3D yang memang sengaja diambil dengan kamera khusus 3D alih-alih hanya mengkonversi 2D menjadi bentuk 3D, sepertinya akan begitu susah untuk melewatkan karya menakjubkan ini. Atau hanya seperti saya yang beruntung dapat menyaksikan film ini di layar besar setelah di re-release dalam bentuk special edition tanpa pernah menikmati apa itu Avatar tanpa extended scene. But, it’s totally better than never!!!

The Sandsrate: 4.7/5

Credits:

Producers : James Cameron, Jon Landau

Director : James Cameron

Writer : James Cameron

Casts : Sam Worthington, Zoe Saldana, Sigourney Weaver, Stephen Lang, Michelle Rodriguez, Joel David Moore, Giovanni Ribisi

About ardnas20

an Instrument Designer who loves Movie, Music, and Photography...

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: