//
you're reading...
Movies

Harry Potter and the Deathly Hallows: Part I [UK/USA|2010]

Melanjutkan enam kisah sebelumnya, Harry Potter and the Deathly Hallows hadir menjadi seri ke tujuh sekaligus penutup film dengan kisah fenomenal dunia sihir rekaan JK Rowling dalam novelnya yang memiliki judul sama. Dalam film inilah, David Yates yang sebelumnya juga membesut dua seri pendahulunya, Harry Potter and the Order of the Phoenix (2007) dan Harry Potter and the Half-Blood Prince (2009) seolah merasa bahwa kisah terakhir franchise ini terlalu singkat untuk divisualisasikan hanya dalam satu buah film. Dari situlah Ia kemudian membagi cerita pamungkas ini ke dalam dua film, dimana Harry Potter and the Deathly Hallows Part II akan menyusul pada Juli 2011.

Film pembuka dari seri terakhir ini diawali dengan speech oleh Menteri Sihir yang mencoba meyakinkan bahwa keadaan dunia sihir masih akan aman dimana kementrian sihir tetap berdiri kokoh. Namun tentu saja hal itu berbanding terbalik dengan apa yang memang sebenarnya terjadi, kekuasaan Lord Voldemord akan dunia sihir sudah semakin kuat hingga menyentuh dunia muggle (non sihir) dan bahkan kementrian sihir itu sendiri. Untuk mendukung hal itu, film ini diwujudkan dalam suasana dan hawa kegelapan yang penuh ketakukan di menit-menit pembukanya.

Dilanjutkan dengan scene yang lagi-lagi menunjukkan ketakukan dan kesedihan, kali ini lebih dikhususkan pada Harry Potter, Hermionie Granger, dan Ron Weasley, tiga karakter utama film ini, dimana mereka harus meninggalkan keluarga masing-masing untuk melanjutkan perjuangan Dumbledor dalam mencari dan menghancurkan keempat sisa Horcrux sebagai bagian dari usaha melawan dan membunuh Voldemort. Hal ini menjadi begitu sulit saat mereka menyadari bahwa tidak ada petunjuk apapun dari Dumbledore mengenai sisa horcrux dan membuat mereka harus memecahkan sendiri begitu banyak teka-teki yang kemudian timbul dalam usaha pencarian. Namun di sinilah letak sisi menarik kisah ini, lebih memfokuskan pada perjuangan tiga sahabat demi sebuah tujuan utama tentunya dengan bagitu banyak hal yang mereka hadapi, baik itu pertolongan maupun ancaman.

Mungkin durasi 146 menit akan terasa begitu panjang dan menjadi salah satu alasan untuk enggan menonton film ini bagi beberapa orang, tapi tunggu dulu, dengan durasi yang hampir 2,5 jam itu menurut saya Yates berhasil mengeksekusi film ini dengan baik. Yates berhasil memuaskan para pecinta franchise ini dengan memvisualisasikan setiap detail dalam novel, mengajak kita para pembaca novelnya untuk mengingat-ingat kembali dan menebak-nebak adegan demi adegan yang akan ditunjukkan berikutnya.

Dan seolah sudah mengetahui akan potensi membosankan dari durasinya, penonton akan dibuat melupakan durasi panjang tersebut dengan intensitas ketegangan yang ditimbulkan selama film diputar. Saya merasa dibawa enjoy dan menikmati setiap perjuangan Harry Potter mencari horcrux, seakan ikut terlibat dalam setiap konflik yang ditimbulkan, dan tentunya setiap scene fight dalam film yang akan memompa jantung anda naik-turun. Apalagi didukung dengan music scoring yang memang “sangat Harry Potter”, maka tidak salah jika ada yang bilang kalau menonton …The Deathly Hallows part I ini sama dengan menonton film horror yang akan membuat penonton berjaga-jaga untuk setiap kejutan mengagetkan yang akan muncul.

Di sela-sela ketegangan yang ditimbulkan, ternyata film ini juga menyelipkan beberapa scene humor yang cukup membuat saya terpancing untuk tertawa. Selain itu, di tengah-tengah film akan disuguhkan begitu bayak landscape pegunungan, tebing, bukit, pantai serta laut yang selain indah untuk dinikmati atau membuat saya berkeinginan untuk mengunjunginya, juga sukses menimbulkan kesan bahwa perjuangan pencarian horcrux begitu berat dan tidak hanya berpusat pada daerah sekitar Hogwarts saja, melainkan di seluruh pelosok dunia. Komponen itu juga sedikit terkesan sebagai sesuatu yang akan membuat kita sedikit bersimpati disamping komposisi touching scene yang lebih ditunjukkan di bagian pembuka film, termasuk scene tambahan yang tidak terdapat dalam novel, yaitu bagian Hermionie harus menghapus seluruh ingatan kedua orang tuanya akan dirinya.

Kekecewaan yang dirasakan oleh beberapa penonton dalam film ini mungkin hadir pada bagian dimana minimnya porsi fight yang dirasa akan menambah kadar seru/menarik film, namun hal ini setidaknya dapat dimaklumi karena memang begitulah adanya cerita di bagian-bagian awal novel aslinya. Yates juga sepertinya terlalu asik menyihir penonton sehingga seakan lupa pada bagian ending yang digarapnya seolah-olah memotong klimaks yang sedang berlangsung dan berakibat pada rasa kurang puas yang muncul kemudian. Dengan begitu, akan menjadi sangat wajar saja kalau mungkin ada kata-kata seperti “Lha, gini doang filmnya? Kok udah kelar?“ terucap di akhir film.

Keberhasilan yang dicapai David Yates dalam film pembuka seri ke tujuh ini bisa dibilang adalah pencapaian terbaiknya dibandingkan dua kisah yang telah dia kerjakan sebelumnya. Namun yang pasti, semoga Yates tidak menjadikan …The Deathly Hallows part I sebagai klimaks dari franchise Harry Potter, karena tugas besar masih harus diembannya di …The Deathly Hallows part II yang diharapkan akan jauh lebih sempurna  sebagai penutup spektakuler kisah Harry Potter yang di tahun depan akan berusia satu dekade ini.

The Sandsrate: 4/5

Credits:

Producers: David Heyman, David Barron, J. K. Rowling

Director: David Yates

Writers: Steve Kloves (Screenplay), J. K. Rowling (Novel)

Casts: Daniel Radcliffe, Rupert Grint, Emma Watson, Alan Rickman, Helena Bonham Carter, Jamie Campbell Bower, Robbie Coltrane, Warwick Davis, Frances de la Tour, Hazel Douglas, Ralph Fiennes, Tom Felton, Michael Gambon, Evanna Lynch, John Hurt, Toby Jones, Bill Nighy, Richard Griffiths, Julie Walters, Bonnie Wright, Fiona Shaw, Helen McCrory, Jason Isaacs, Timothy Spall, Brendan Gleeson, James Phelps, Oliver Phelps, Mark Williams, Clémence Poésy, Natalia Tena, David Thewlis, John Hurt, Rhys Ifans, Simon McBurney, Matthew Lewis, Imelda Staunton, David O’Hara, Miranda Richardson

About ardnas20

an Instrument Designer who loves Movie, Music, and Photography...

Discussion

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Movie Review: Boyhood [USA|2014] | Anything - January 2, 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: