//
you're reading...
anything, Music

2011 in Review: Top 50 Most Played Album, Part 1

Pergantian tahun memang selalu menjadi momen yang paling tepat untuk mengingat-ingat kembali semua hal yang terjadi di satu tahun ke belakang. Mengumpulkan kembali sebuah memori akan apa yang telah diraih, dialami, dan dirasakan untuk kemudian memberikannya label atau predikat favorit, terbaik, terburuk, berkesan, mengecewakan, dan masih banyak lagi kata-kata yang digunakan untuk mengungkapkannya. Untuk itu, dalam momen pergantian tahun dari 2011 ke 2012 ini (meskipun sebenarnya 2 bulan udah lewat begitu saja) saya mencoba mengingat-ingat kembali untuk kemudian merangkum hal-hal yang menjadi favorit dan paling berkesan bagi saya selama tahun 2011 dalam kaitannya dengan hobi yang berhubungan erat dengan musik dan film sebagai catatan pribadi dalam sebuah coretan yang saya sebut sebagai 2011 in Review.

2011 in Review adalah sebuah nama yang saya pilih untuk mengungkapkan penilaian subyektif saya atas pengalaman menonton film dan mendengarkan musik selama setahun kemarin. Catatan akhir tahun ini nantinya akan berisi rangkuman lagu-lagu dari para musisi di seluruh dunia yang paling sering saya dengarkan berikut albumnya dan juga catatan tentang film-film yang paling berkesan yang paling membekas di hati saya dimana selanjutnya saya menyebutnya sebagai favorit. Dan karena ini adalah penilaian subyektif, maka kriteria penilaiannya akan begitu personal dan menunjukkan bagaimana selera saya  sehingga dalam hasil akhirnya nanti mungkin akan dijumpai beberapa atau bahkan keseluruhan bagian isi review ini yang tidak sesuai bagi setiap orang.

Top 50 Most Played Album menjadi bagian pertama dari serangkaian 2011 in Review. Sesuai dengan namanya, tulisan ini akan berisi 50 album dari musisi yang lagu-lagunya paling sering saya dengar di sepanjang 2011 melalui akun last.fm saya. Bukan 50 album terbaik dan juga bukan berarti bahwa saya mendengarkan seluruh materi lagu di 50 album tersebut, melainkan hanyalah sebuah record album tempat dimana lagu-lagu yang sering saya putar itu berada. Dan karena saya juga suka mendengarkan lagu-lagu lama, maka akan ditemui pula beberapa album yang sebenarnya bukan rilisan tahun 2011 di dalam list hanya karena saya tiba-tiba menjadi addict kembali dengan beberapa lagu yang di tahun-tahun sebelumnya pernah menjadi favorit saya.

Tanpa banyak bicara lagi, this is the first of two part of the list and enjoy!

50. All Your Love – Siti Nurhaliza  |  Before The Dinosaurs – Aura Dione  (30 plays)

Siti Nurhaliza masih sama seperti puluhan tahun lalu ketika kali pertama saya jatuh cinta dengan Betapa Ku Cinta Padamu. Suara lembut dengan karakter kuat khas Siti pun masih bisa dijumpai di album bahasa inggris pertamanya ini. Dan dengan sentuhan para musisi dunia yang ikut ambil bagian dalam pengerjaan All Your Love, Siti seolah semakin mantap untuk melebarkan sayap melalui album dengan cita rasa Internasional.

 

 

Mendengarkan musik Aura Dione membuat saya teringat akan image bitchy yang diusung Ke$ha. Dengan lagu yang bisa dibilang nakal ditambah karakter vocal unik, Geronimo dalam Before The Dinosaurs akan membawa adiksi yang cukup kuat mengalun membuat pinggul perlahan bergoyang.

 

 

48. Letters – Matt Cardle  |  Glee: The Music, Volume 4 – Glee Cast  (31 plays)

Run For Your Life adalah satu-satunya lagu yang membawa Letters di list ini. Dengan karakter suara yang mengandalkan kemampuan menjangkau nada-nada tinggi layaknya pemenang ajang kontes menyanyi lain, Matt Cardle berhasil merebut perhatian saya untuk terus mendengarkan lagunya sejak album ini dirilis pasca kemenangannya di The X FactorUK musim ke tujuh tahun 2010 lalu.

 

 

Glee: The Music, Volume 4 adalah album kompilasi pertama Glee Cast di season 2, dimana album ini berisi lagu-lagu yang lebih update jika dibandingkan dengan 3 volume yang telah dirilis sebelumnya. Selain itu, di album ini (atau lebih tepatnya di season 2 ini) pula setiap karakter diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan bernyanyinya. Duo Amber Riley dan Naya Rivera yang menyanyikan River Deep, Mountain High membuat saya menyadari sekali lagi bahwa semua cast di Glee bisa menyanyi.

 

 

44. Breakaway – Kelly Clarkson  |  Irish Son – Brian McFadden  |  Loud Music – Single  – Michelle Branch  |  Invisible – Skylar Grey  (33 plays)

Album kedua pemenang American Idol pertama ini adalah favorit saya. Breakaway dirilis pada 30 November 2004 dan dinobatkan sebagai album pop vocal terbaik di Grammy Awards ke 48 sekaligus membawa Clarkson sebagai penyanyi pop wanita terbaik di ajang yang sama.  Berkonsentrasi dengan genre pop-rock, Kelly Clarkson seolah menemukan jiwanya di sini. Dan Behind These Hazel Eyes adalah yang paling saya suka.

 

 

Ini adalah pembuktian Brian McFadden bahwa dirinya mampu bernyanyi solo pasca keputusannya untuk hengkang dari Westlife. Diawal kemunculan album ini pada 2004 lalu, saya sangat menikmati duetnya bersama Delta Godrem di lagu Almost Here dan mengabaikan Real to Me sampai di suatu hari di tahun 2011 saya kembali mendengarkan keduanya saya semakin menyadari bahwa Real to Me adalah komposisi yang gak kalah bagus dan lebih racun.   

 

 

2011 adalah tahun kembalinya Michelle Branch ke dunia musik. Loud Music menjadi single yang ia rilis sebagai pemanasan sebelum full album yang direncanakan akan rilis tahun ini. Masih gak banyak berubah dengan lagu-lagu yang pernah Ia ciptakan sebelumnya, single ini seolah diciptakan sengaja untuk mengobati rasa rindu para fansnya.

 

 

Masih ingat sama wanita yang ikut berkolaborasi bersama Eminem di lagu I Need A Doctor milik Dr. Dre? Atau pernah dengar suara cewek di lagu Where’d You Go nya Fort Minor? Yup, dia adalah Skylar Grey (dulu dikenal sebagai Holly Brook) yang sebenarnya lebih banyak sibuk di belakang layar. Tahun 2011 kemarin adalah tahun penting bagi Grey yang muncul ke permukaan dengan persiapan full studio album Invisible. Dance Without You dan Invisible adalah dua single yang ia perkenalkan sebagai bagian dari abum yang akan ia rilis tahun ini. Dua lagu dengan alunan lembut nan unik yang akan langsung dapat dikenali bahwa ada suara khas Skylar Grey di dalamnya.

 

 

40. I’m With You – Red Hot Chili Peppers  |  The World As I See It – Single  – Jason Mraz  |  Evanescence – Evanescence  |  Glee: The Music Presents The Warblers – Glee Cast  [34 plays]

Mendengarkan The Adventures of Rain Dance Maggie dan Monarchy of Roses seolah membawa saya kembali kepada memori beberapa tahun silam tatkala By the Way dan The Zephyr Song mengalun keras di pikiran saya. Yah, ini adalah Red Hot Chili Peppers yang saya kenal dulu.

 

 

Kali pertama saya mengenal Jason Mraz adalah saat masih duduk di bangku SMA melalui lagu Wordplay di album Mr. A-Z. Dan belum jelas kapan album terbaru Mraz dirilis, The World As I See It dilempar ke pasaran sebagai sebuah single pemanasan dan berhasil melumpuhkan saya dengan godaan liriknya yang gombal abis.

 

 

Di album self titled mereka kali ini, Evanescence membuka perjumpaannya dengan hentakan yang begitu keras di intro single pertama mereka, What You Want. Begitu berbeda memang jika dibandingkan dengan Bring Me to Life, namun single ini seakan menegaskan bagaimana karakter mereka sesungguhnya. My Heart is Broken yang merupakan sebuah komposisi balad namun tidak meninggalkan sisi rock pada vocal khas Amy Lee, selanjutnya dilempar sebagai single kedua, dan saya suka!

 

 

Katy Perry’s Teenage Dream, Train’s Hey, Soul Sister, Destiny’s Child’s Bills, Bills, Bills, Maroon 5’s Misery, dan Keane’s Somewhere Only We Know yang diaransemen ulang dan dinyanyikan secara acapella oleh The Warblers membuat saya memuja-muja vocal group bentukan serial Glee ini. Saya begitu ingat betapa saya teracuni oleh Teenage Dream dan Somewhere Only We Know versi mereka.

 

 

38. We Sing, We Dance, We Steal Things – Jason Mraz  |  The Other Side of Down – Asia Tour Edition – David Archuleta  (35 plays)

Ketertarikan saya akan We Sing, We Dance, We Steal Things dimulai di suatu sore di salah satu kafe di Jakarta tatkala makan sambil ditemani lagu-lagu dalam album ini yang diputar oleh pihak pengelola kafe. Love For A Child yang mengalun lembut di tengah panasnya Jakarta kala itu berhasil mencuri perhatian saya dan memaksa saya mendengarkan (mencari download-an) full album ini sesampainya di rumah.

 

 

Sungguh sedih mendengar kabar bahwa The Other Side of Down – Asia Tour Edition disinyalir akan menjadi album terakhir David Archuleta setelah dia memilih untuk rehat dari dunia nyanyi dan memutuskan untuk mengabdi pada The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints. Tambahan lagu Everything and More di album edisi spesial ini melanjutkan adiksi saya pada album ke dua Archie ini setelah sebelumnya hari-hari saya dipenuhi oleh Something ‘bout Love dan Elevator.

 

 

37. OST. Janji Joni – Various Artist (36 plays)

Menonton kembali Janji Joni (Joko Anwar, 2005) dalam peringatan Bulan Fim Nasional Maret 2011 lalu ternyata membangkitkan memori serta menyadarkan bagaimana cintanya saya sama film itu. Tak pelak perburuan mencari Original Soundtrack pun dimulai. Dan setelah menemukannya, saya pun kembali diingatkan betapa saya dulu begitu mengagumi komposisi indie The Adams, White Shoes and the Couples Company dan Sore.

 

 

36. Hell to the No – Single – Glee Cast (37 plays)

Saya mengagumi Amber Riley melebihi kekaguman saya akan Lea Michelle. She’s a real diva, lagu-lagu yang dia bawakan benar-benar di atas kualitas teman-teman seperjuangannya di Glee. Dan Hell to the No adalah serangkaian lanjutan kekaguman itu setelah teriakannya di Don’t Stop Believin’ (Regional Version), solo karirnya di Bust Your Windows dan I Look to You serta duonya bersama Naya Rivera di River Deep, Mountain High.

 

 

35. Jumping Trains – JoJo (38 plays)

Satu-satunya hal yang saya ingat tentang JoJo adalah lagu Leave (Get Out) degan Music Video di tengah hujan di tahun 2004 lalu. Hingga saya mendengarkan The Other Chick dan Disaster di paruh akhir 2011, saya menyadari bahwa JoJo is back dengan album baru. Dua materi albumnya tersebut mengindikasikan bahwa ini adalah JoJo 8 tahun lalu yang tidak banyak berubah dengan lagu-lagu yang mudah nancep di kuping.

 

 

34. 소녀시대 – 소녀시대 (39 plays)

Into the New World (다시 만난 세계) adalah lagu favorit saya bukan hanya di album debut ini, namun juga dari semua lagu yang pernah diproduksi oleh SNSD. Ini adalah album dimana salah satu girlband besar korea ini diperkenalkan untuk kali pertama kepada publik. Baby Baby dan Kissing You adalah komposisi lain yang semakin membuat kekaguman saya akan SNSD bertambah dan bertambah lagi hingga detik ini.

 

 

33. F.A.M.E. – Chris Brown  (42 plays)

Saya baru tau keberadaan F.A.M.E. setelah mendengar Next to You, single kedua dari album ini yang melibatkan Justin Bieber sebagai featured artist dalam lagunya. Dan kemudian ari sini saya mulai mencari info lagu-lagu lain yang telah dirilis sampai pada saat saya menemukan Yeah 3x. dua lagu ini menunjukkan bahwa ini begitu Chris Brown yang menawarkan R&B-Dance sebagai tema albumnya, sama dengan album-album terdahulu.

 

 

31. LOVE? – Jennifer Lopez  |  Spirit – Leona Lewis  (46 plays)

Sepertinya menjadi salah satu juri dalam American Idol adalah momen yang tepat bagi Jennifer Lopez untuk kembali melantai. LOVE? adalah yang saya maksud, album dengan nuansa dance kental dengan sentuhan rap dan musikAmerica latin di beberapa lagunya yang siap mengajak semua ikut melantai bersama tempo cepat yang memabukkan.

 

 

Saya adalah fans Leona Lewis, saya mengagumi Leona sejak mendengarkan Run, lagu recycle milik Snow Patrol. Terlambat memang kalo dibandingkan dengan waktu kemenangannya di The X Factor UK seri ke tiga pada 2006. Spirit adalah album debutnya setelah kemenangan yang ia dapatkan, menyuguhkan lagu-lagu pop ballad dengan sentuhan orkestra megah pada beberapa lagu yang semuanya tidak meninggalkan lengkingan pencapaian nada tinggi sebagai ciri khas dan andalan Leona Lewis.

 

 

30. Unbroken – Demi Lovato

Promo album yang dilakukan Demi Lovato melalui melempar beberapa single secara bertubi-tubi berhasil memaksa saya untuk menaruh lagu-lagu tersebut ke dalam playlist harian untuk kemudian mendengarkannya berkali-kali. Meskipun tidak merasa ada yang istimewa pada lagu Skyscraper di awal kemunculannya, namun perlahan lagu ini mulai menginvasi telinga saya dan sempat membuat pikiran saya menyukainya. Dan kesuksesan Unbroken bertengger di list ini selanjutnya disebabkan oleh kerjasama Demi bersama Missy Elliott dan Timbaland dalam All Night Long serta Dev melalui lagu Who’s That Boy yang secara mengejutkan ternyata lebih asik daripada Skyscraper.

 

 

28. Fastlife – Joe Jonas  |  Vices & Virtues – Panic! At the Disco  (51 plays)

Setelah Nick Jonas membuat proyek solo tahun 2010 lalu, kini giliran Joe Jonas mengikuti jejak sang adik. Begitu semangat dengan album solo pedananya, Joe Jonas telah meluncurkan dua buah single ke pasar sebelum Fast Life benar-benar dirilis. See No More dan Just In Love memberikan warna yang cukup berbeda dari apa yang pernah ditampilkan oleh Joe bersama saudaranya di Jonas Brother, meskipun masih terdengar sedikit sentuhan-sentuhan musikalitas Jonas Brother di dalamnya.

 

 

Vices & Virtues masih menyuguhkan musik khas Panic! At the Disco yang ceria dan ramai dari suara gebukan drum Spencer Smith yang menghentak ditambah ornamen-ornamen music lain yang menambah manis di setiap lagunya. Juga mengandalkan kekuatan vocal unik Brendon Urie dengan nada panjang yang tidak begitu tinggi sehingga akan sangat mudah diikuti. Coba dengarkan The Ballad of Mona Lisa dan lagu yang juga diputar pada bagian credit title film The Smurfs, Ready to Go (Get Me Out of My Mind).

 

 

27. 4 – Beyoncé  (54 plays)

Dalam 4, Beyoncé mewujudkan kebebasan bermusik yang ia inginkan lepas dari permintaan pasar. Dan itu terbukti dari beberapa review positif mengenai album ini yang namun berbanding terbalik dengan hasil yang ditunjukkan oleh performa single dan album di beberapa chart di dunia. Hal ini seakan membenarkan keinginan sang produser menunda perilisan 4 dan mengubah beberapa materi album beberapa saat sebelum album ini dirilis yang tidak Beyoncé setujui.

 

 

25. The Band Perry EP – The Band Perry  |   SiberiaLights  (56 plays)

Saya begitu bodoh melewatkan begitu saja komposisi manis dengan lirik romantis yang menyentuh dalam balutan country If I Die Young yang sejatinya telah dirilis tahun 2010 lalu. Sampai pada akhirnya saya tidak sengaja menemukan Hip to My Heart versi akustik di TV, dan saya menyukainya. Sejak saat itu saya mulai mencari informasi mengenai The Band Perry berikut lagu-lagu yang mereka punya. Sebuah Extended Plays beraroma country pop yang dirilis sebelum full album sukses membuat saya berlama-lama diam mendengarkan dan menyimak.

 

 

Lagi-lagi saya terlena dengan elektro-pop, Lights yang terlahir sebagai Valerie Anne Poxleitner adalah tersangkanya kali ini. Saya begitu tidak tertarik pada Toes saat kali pertama menyaksikan music video yang penuh dengan cahaya glamor itu. But hey, lagu ini kemudian secara perlahan namun pasti mengajak saya ikut menggerakkan kepala seraya mendengarkannya. Unik, ear catching, dan berhasil menjadi satu-satunya lagu yang menjadikan Siberia duduk di urutan 25.

 

[NEXT] 2011 in Review: Top 50 Most Played Album, Part 2 

About ardnas20

an Instrument Designer who loves Movie, Music, and Photography...

Discussion

5 thoughts on “2011 in Review: Top 50 Most Played Album, Part 1

  1. Great list! And nicely written comments. Gak sabar nunggu 25 teratas😀

    Posted by Haris | March 12, 2012, 9:44 am
  2. nice list,
    saya setuju ama agan,suara Amber lbh oke dripda Lea..jgn lupa jga solo vocalnya And I am Telling U I’m not Going,one of the best dah…

    jd pnasaran big 25 nya,tapi ane tebak sih bkal ada 21-nya neng Adele nih..hehe

    Posted by Nugros C | March 12, 2012, 4:04 pm
    • hoooo, thank you.
      iya, dari kali pertama nonton Glee udah terkesima sama suaranya Amber. kalo favorit saya sih masih tetep suka sama I Look to You, so far😀

      hmmm, 21 ya?
      liat aja deh ntar, huehehehe *sok misterius*

      Posted by ardnas20 | March 13, 2012, 1:18 am
  3. Glee tercantum😀 blaine juga haha naya rivera. Amber. Oooh… Nice post qaqa ;;)

    Posted by Echachuk | September 24, 2012, 3:29 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: