//
you're reading...
anything, Music

2011 in Review: Top 50 Most Played Album, Part 2

Akhinya sampailah kita pada bagian kedua catatan tahunan saya mengenai 50 album yang paling sering saya dengarkan selama 2011. Setelah sebelumnya saya telah menjabarkan bagian pertama yang merangkum 26 album dari posisi 49 hingga 25, kali ini saatnya kita ketahui kedua puluh empat album sisanya yang berhasil menempati peringkat 24 hingga 1. Penasaran?

Tanpa perlu banyak basa-basi lagi, just enjoy the list!

24. Femme Fatale – Britney Spears  (59 plays)

Masih setia dalam jalur musik dance, Britney Spears kembali dengan studio album ketujuh, Femme Fatale. Mengusung komposisi elektro-pop-dance, lagu-lagu sejenis Hold It Against Me, ‘Till The World Ends, dan I Wanna Go jelas-jelas mengajak para pendengarnya untuk menikmati sambil menggoyangkan badan meresapi setiap beat musiknya.

23. Break the Spell – Daughtry  (60 plays)

Renegade awalnya adalah lagu direncanakan sebagai single pertama album Break the Spell, namun tiba-tiba saja Daughtry mengumumkan pembuatan music video single Crawling Back to You di sela-sela promo Renegade. Saat itu pula lah Daughtry officially mengganti lagu jagoan mereka, dan menurut saya ini adalah sebuah langkah yang tepat. Crawling Back to You terdengar lebih bersahabat di telinga bahkan saat kali pertama mendengarkan, meskipun setelah didengarkan sekali lagi komposisi keras Renegade juga tak kalah keren.

22. Greatest Hits…So Far!!! – P!nk  (61 plays)

Masih ingat dengan Get the Party Started? Lagu yang mengenalkan P!nk ke telinga saya tahun 2001 lalu  itu kini dikemas kembali bersama lagu-lagu P!nk lainnya yang pernah menjadi hits dalam Greatest Hits… So Far!!!. Dan seperti halnya album greatest hits pada umumnya, album ini juga dilengkapi dengan tambahan lagu baru dengan tempo cepat dan lirik liar yang P!nk banget, Raise Your Glass dan Fuckin’ Perfect.

19. 19 – Adele  |  Doo-Wops and Hooligans – Bruno Mars  |  Mylo Xyloto – Coldplay  (62 plays)

Rangkaaian kegalauan Adele dimulai dari sini. Melalui debut albumnya, adele telah berhasil membius saya dengan lagu-lagu yang menyayat hati baik saat maupun tidak dalam keadaan galau sekalipun. Adele seakan tau bagaimana membawa pendengarnya ke ranah pengalaman paling personal saat patah hati. Coba saja dengar kemudian ratapi Chasing Pavement dan Make You Feel My Love.

Bruno Mars itu selayaknya magnet bumi yang selalu siap menarik benda-benda di sekelilingnya. Dan saya adalah salah satu benda itu yang selalu sukses dibuat menikmati suara baladnya di setiap lagu-lagunya. Bukan hanya di lagunya sendiri, namun juga di lagu-lagu kolaborasi penyanyi lain yang melibatkan dirinya. Just the Way You are, Marry You, Grenade dan The Lazy Song mengantarkan Doo-Wops and Hooligans di list nomor 19 ini.

Melalui Mylo Xyloto, Coldplay seakan mulai bereksperimen dengan warna musiknya. Coba dengar Princess of China yang memperlihatkan bahwa Coldplay sedikit memasuki teritori musik Rihanna yang menjadi partner kolaborasinya. Namun album ini tetaplah mengusung Coldplay yang selalu membawa hawa sejuk eropa di setiap lagunya, Every Teardrop is a Waterfall dan Paradise buktinya.

18. Who You Are – Jessie J  (73 plays)

Semua pasti setuju kalau Price Tag adalah lagu yang sangat asik. Tempo dan dentuman music yang mengalun sedang ditambah lirik yang mudah diingat dan selipan rap oleh B.O.B di tengah akan membuat lagu ini mudah dinyanyikan dan digoyangkan bersama di ruang karaoke. Selain itu, komposisi ballad Who You Are dan sebuah lagu yang dikemas mirip sekali dengan gaya bermusik Katy Perry, Domino sekaligus menegaskan bahwa Jessie J adalah salah satu penyanyi wanita berbakat yang dimiliki UK saat ini.

16. Born this Way – Lady Gaga  |  Goodbye Lullaby – Avril Lavigne  (78 plays)

Saya begitu menyukai The Fame dan The Fame Monster, tapi kenapa saya merasa ada yang aneh dengan Born this Way? Sepertinya bosan melihat Gaga dan penampilan yang begitu-begitu saja adalah alasannya. Oke Gaga memang kreatif, tapi saya merasa kreativitasnya itu monoton. Saya tidak begitu suka dengan Born This Way apalagi Judas, tapi The Edge of Glory dan Hair menyelamatkan album ini untuk tetap saya dengarkan hingga pada akhirnya bertengger di nomor 16 pada list ini.

Senang rasanya mendengarkan lagi kenakalan Avril Lavigne dalam lagu-lagunya. Masih sama dengan cita rasa albumnya yang terdahulu, Goodbye Lullaby juga menyuguhkan suasana nakal nan ceria melalui What The Hell, juga suasana kelam lagu patah hati yang digarap jauh dari kesan mendayu-dayu dan pas dengan karakter suara Avril seperti Smile dan Wish You Were Here.

15. Talk That Talk – Rihanna  (80 plays)

Saya yakin bahwa siapapun akan sangat mudah terjangit racun We Found Love. Menurut saya, hasil kolaborasi Rihanna dengan Calvin Harris ini merupakan salah satu lagu terbaik yang pernah dihasilkan Rihanna. Sebuah lagu dengan sentuhan electro pop buah tangan sang DJ yang akan mengajak anda menggoyangkan seluruh bagian tubuh anda. Namun jika anda berpikir bahwa Talk That Talk adalah album dengan warna music seperti itu, anda salah besar. Karena di album ini Rihanna kembali mengeksplorasi gaya dan kemampuan bermusiknya. Sebagai contoh, coba dengarkan saja You Da One dan Talk That Talk yang jauh dari We Found Love.

14. Glee: The Music, Journey To Regionals – Glee Cast  (82 plays)

Episode terakhir Glee di season perdananya adalah salah satu episode favorit saya sampai saat ini. Episode yang kemudian lagu-lagunya dibuatkan sebuah album kompilasi tersendiri bernama Glee: The Music, Journey To Regionals ini menurut saya adalah episode dengan soundtrack terbaik. Dengarkan saja aransemen ulang Don’t Stop Believin’ versi regional yang lebih meriah dengan kualitas vocal yang lebih powerful dari Glee Cast jika dibandingkan dengan versi awal yang mereka nyanyikan di episode pilot. Namun Faithfully yang dibawakan duet oleh Lea Michelle dan Cory Monteith adalah favorit saya, salah satu lagu duet terbaik yang pernah dinyanyikan oleh anak-anak Glee.

13. Stronger – Kelly Clarkson  (84 plays)

Kelly Clarkson adalah pemenang ajang Idol favorit saya, bukan hanya American Idol, tapi juga seluruh ajang Idol di seluruh dunia. So menjadi hal yang sangat wajar jika saya sering mendengarkan lagu-lagunya, termasuk album Stronger. Album yang seolah menegaskan kekuatannya bangkit dari keterpurukan cinta dan karir ini masih dibalut suasana pop-rock khas Kelly Clarkson. Dua single jagoannya, Mr. Know It All dan What Doesn’t Kill You (Stronger) adalah dua bukti kebangkitan yang menghentak tegas.

12. Loud – Rihanna (89 plays)

Loud seakan menjadi bukti lanjutan serangkaian usaha Rihanna untuk semakin menacapkan gas di dunia music dunia setelah Rated R pasca kasus kekerasan yang menimpanya beberapa tahun silam. Berkutat dengan lagu-lagu yang disinyalir adalah pengalaman pribadi, Loud dibungkus oleh genre yang beragam, mulai dari pop, balad, hingga dance yang telah melekat pada image seorang Rihanna. Tapi selain materi album yang begitu kaya tersebut, akan ada satu hal yang membuat orang-orang mengingat album ini, image girly yang diciptakan Riri dengan rambut merahnya.

10. Glee: The Music, Volume 5 – Glee Cast  |  Girls’ Generation少女時代  (95 plays)

Ini adalah album kompilasi Glee pertama yang menyajikan lagu original mereka. Berlatar episode Regional kedua mereka yang berjudul Original Song, para personel Glee diberi kesempatan untuk menyanyikan lagu baru yang khusus dibuat untuk mereka, alih-alih hanya menyanyikan kembali lagu orang lain seperti apa yang mereka lakukan sebelumnya. Loser Like Me, sebuah komposisi riang dengan beat yang mengalun cepat membuat lagu ini mudah sekali nancep di telinga. Pun pada lirik yang mungkin saja dialami oleh beberapa orang ini yang sukses membuat saya mengikuti mereka menyanyi. Yang lebih menghebohkan, kualitas suara dan kemampuan Lea Michelle ditunjukkan sekali lagi di album ini melalui Get It Right. Saya suka bagaimana dia berteriak dengan lengkingannya di sini, juga penghayatan yang ia lakukan dalam lagu galau ini.

Setelah menyanyikan ulang Gee dan Genie dalam bahasa Jepang sebagai debut yang menandakan ekspansi mereka di negeri matahari terbit tersebut, Girls’ Generation atau yang dikenal sebagai 少女時代 di Jepang kemudian secara resmi mengeluarkan full album berbahasa jepang mereka di awal 2011 lalu. Dan di album Jepang inilah karakter kedewasaan SNSD mulai dibentuk bukan hanya melalui image penampilan namun juga pada jenis music mereka yang terdengar jauh dari kesan remaja dari lagu-lagu yang pernah mereka hasilkan sebelumnya di Korea.

9. The Awakening – James Morrison  (96 plays)

Suara khas James Morrison membius saya sekali lagi. I Won’t Let You Go adalah racun, komposisi balad dengan suara lembut namun bukan lagu galau itulah yang membuat saya betah berkali-kali memutar, mendengar dan ikut menyanyikan lagu ini. Namun bagaimana dengan track lainnya?  Simak duetnya dengan Jessie J dalam Up, meskipun tidak semegah Broken Strings yang dia nyanyikan dengan Nelly Furtado beberapa tahun silam, perpaduan dua karakter suara yang berbeda dalam lagu ini menjadikan apa yang anda dengar bukanlah sesuatu yang patut untuk diremehkan.

8. All Things Bright And Beautiful – Owl City  (98 plays)

Tidak begitu jauh dari album pendahulunya, Ocean Eyes, Owl City juga masih mengusung electro-dance-pop dalam All Things Bright and Beautiful. Contohnya Alligator Sky yang jika didengarkan sekali lagi seakan memiliki kesamaan materi dengan Fireflies minus suara Shawn Christopher yang ngerap. Atau Plant Life yang sepintas sama dengan Vanilla Twilight. Namun bagaimanapun juga inilahOwlCity yang akan membuat anda begitu mengenalinya bahkan sebelum suara Adam Young masuk di dalam lagu.

7. Get Your Heart On! – Simple Plan  (121 plays)

Natasha Bedingfield, Marie-Mae, dan Tantri Kotak adalah para musisi wanita yang turut ambil bagian dalam promo album ke empat Simple Plan ini melalui lagu Jet Lag. Entah kenapa lagu ini begitu istimewa buat Piere dkk. sampai-sampai dibuat versi berbeda di setiap negara tempat Simple Plan singgah untuk promo. Tapi yang jelas ini begitu efektif, Jet Lag lebih banyak dikenal daripada single pendahulunya, Can’t Keep My Hands Off You, atau single setelahnya yg lebih mellow, Astronaut.

6. The Boys – 소녀시대  (133 plays)

Ini adalah album come back sekaligus album dengan skala internasional pertama Girls’ Generation setelah selama setahun belakangan fokus untuk ekspansi mereka di Jepang. The Boys terlihat berbeda dengan album-album SNSD terdahulu, lebih dewasa namun tidak meninggalkan sisi feminim. Bukan hanya image, kemampuan bernyanyi para personelnya pun turut serta di-upgrade. Mendengarkan lagu The Boys versi korea dan English membuktikan itu semua, dimana pop, dance, dan rap berbaur menjadi komposisi manis yang tidak begitu saja meninggalkan kualitas vokal. Sunflower dan Mr. TAXI adalah bukti lain yang membuat saya semakin jatuh cinta dengan SNSD.

5. Up All Night – One Direction  (142 plays)

Lagi-lagi album dari lulusan kontes menyanyi ada di daftar ini. Yah, ini adalah bukti bahwa saya menyukai ajang-ajang pencarian bakat itu. Karena bagaimanapun juga mereka sudah melalui tahap pembelajaran yang tidak dapat diragukan lagi kualitasnya. Pun pada One Direction yang sukses membuat saya tak henti-hentinya mendengarkan lagu-lagu mereka sejak kali pertama mendengarkan What Makes You Beautiful dan berlanjut pada Na Na Na, Gotta Be You, dan Tell Me A Lie yang menawarkan pop-rock-dance ceria khas boyband.

4. 21 – Adele  (171 plays)

Ah sudahlah, semua orang juga tau kalau 21 adalah album semua umat. Kesan galau yang tercipta dari album ini telah diakui seluruh dunia hingga menjadi album terlaris selama 2011, eh maaf saya berlebihan. Bukan cuma karena itu sih, karena yang jelas album 21 diramu dengan kualitas di atas rata-rata ditambah kualitas vokal dan penghayatan jempolan dari Adele. Terima kasih buat seseorang yang telah menyakiti hati Adele, karena tanpa anda tak akan ada kesuksesan besar yang diciptakan oleh 21.

3. Speak Now – Taylor Swift  (172 plays)

Kekaguman saya akan Fearless kala itu masih belum juga reda saat invasi Speak Now mulai dilancarkan. Komposisi country-pop Mine yang mirip dengan You Belong With Me menjadi adiksi awal hingga dirilisnya pop-balad Back to December yang mendinginkan hari-hari saya berbulan-bulan lamanya. Dentuman up beat The Story of Us dan kombinasi pop dengan country yang cukup kental pada Mean dan Ours menyempurnakan kecintaan saya pada album ini.

2. Hands All Over – Maroon 5  (213 plays)

Ini adalah kali kesekian Maroon 5 bermain-main dengan kasur setelah fenomena music video This Love beberapa tahun lalu. Coba saja tengok cover album ketiga mereka ini yang meletakkan wanita di atas kasur, pun pada lagu Never Gonna Leave this Bed yang adiksinya melebihi pesona kenyamanan di atas kasur pada malam atau bahkan sepanjang hari. Mungkin filosofi kenyamanan itu yang ditawarkan Maroon 5 di albunya kali ini. Eits satu lagi, kolaborasinya bersama Christina Aguilera di lagu Moves Like Jagger juga merupakan kenyamanan lain, bukan di kasur tapi lantai dansa.

1. Teenage Dream – Katy Perry  (276 plays)

Masih mau berkomentar apa lagi? Lagu seksi fenomenal macam California Gurl, lalu yang menimbulkan adiksi seperti Teenage Dream, kemudian Firework sebagai lagu kebangsaan setiap umat saat tahun baru atau perayaan kemerdekaan (oke, ini sedikit ngaco), trus E.T. yang memiliki lirik sophisticated, ada juga Last Friday Night yang akan menggoyang pinggul di lantai dansa, sampai pada lagu galau manis yang jauh dari kesan cengeng layak The One That Got Away, semua ada di album yang membawa nama Katy Perry sebagai satu-satunya artis wanita dengan 5 lagu nomor 1 dalam 1 album di Billboard Hot 100 single.

About ardnas20

an Instrument Designer who loves Movie, Music, and Photography...

Discussion

4 thoughts on “2011 in Review: Top 50 Most Played Album, Part 2

  1. wah..bner kan ada 21?wehehe..kynya sih uda wajib hukumnya

    wow,no.1 Katy Perry ternyata pmirsa…tp emg mantep sih lagu2nya..

    Bohemian Rapshody dri Journey to The Regionals juga bgus bgt gan yg vocal drenaline tapi..hehe

    Posted by Nugros C | March 21, 2012, 1:27 pm
    • hahahaha, seperti yang uda saya bilang di atas kalo ’21’ itu album sejuta umat. jadi saya yakin akan ada di list siapapun, even mungkin bukan #1.

      ho oh, Bohe juga bagus itu.

      eniwei, thank you ya udah mampir2 *salaman*

      Posted by ardnas20 | March 22, 2012, 4:05 am
  2. kalo aku yang the most albumnya “21 – Adele”😀
    Sangat merakyat sekali yah lagunya.
    Dibandingkan 19 dan 21, aku sebenernya lebih suka yang 19.
    Album 21 nya amat sangat galau, efeknya pun sangat membuat saya yang galau semakin galau. hahaha
    satu kalimat untuk Adele, AWESOME!

    Posted by windawulandari | April 5, 2012, 3:15 am
  3. boleh juga ni gan, semua memang band dataran tinggi ,,, heheh

    Posted by JKM Store Kaos Band | March 5, 2013, 4:00 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: