//
you're reading...
Music

Album Review: Taylor Swift – Red

Sebagai selebrasi mega-sukses Red untuk debut #1 di UK, Australia, Ireland, New Zealand, dan US (Billboard 200) yang telah terjual 1,208 juta kopi di US saja sekaligus mencatat Grammy Awards Winner Taylor Alison Swift sebagai satu-satunya penyanyi wanita dengan dua album yang terjual di atas satu juta kopi di minggu pertama penjualannya, setelah Speak Now yang dibuka pada angka 1,074 juta kopi pada week ending 13 November 2010 lalu, Anything dengan bangga mempersembahkan review album Red!

“I was Fearless on August 28, 2009. I Spoke Now on June 22, 2011. The Beginning of an Era…RED”

Begitulah image Red digambarkan oleh para fans Taylor Swift melalui situs pribadi sang idola, taylorswift.com. Hmmm, saya berfikir hal itu sah-sah saja, karena setelah mendengarkan album ke empat Taylor Swift ini saya kemudian menyadari bahwa Swift seolah mengeksplorasi kemampuan dan gaya bermusiknya menuju level yang lebih tinggi.

Mendengarkan lima lagu yang dilemparkan ke pasar melalui iTunes sebagai bagian dari promotional single sebelum Red resmi dirilis pada 22 Oktober 2012 kemarin, awalnya saya berfikir bahwa Taylor Swift sudah meninggalkan genre country seperti yang diusung sedari awal karirnya. Tapi hey, ternyata saya salah. Mendengarkan Red menyadarkan saya bahwa Taylor Swift (at least) masih berada di jalannya. I Almost Do, Begin Again, apalagi Stay Stay Stay masih mengusung aliran itu.

Bahkan album ini bisa dibilang adalah album yang kaya, yang menunjukkan kedewasaan Swift melalui lirik-lirik dan gaya bermusiknya. Lagu-lagu dengan tema patah hati masih menjadi  suguhan utama Red, namun yang mebuatnya berbeda adalah bahwa lagu-lagu tersebuat dibalut dalam berbagai warna dan aliran serta lirik yang lebih dewasa. Mulai dari lagu-lagu balad, seperti bagaimana lagu patah hati dinyanyikan, lalu lagu-lagu dengan tempo sedang hingga cepat yang bergenre country (of course), blues, pop, rock, atau bahkan retro.

Tema yang diangkat pun beragam, meski berakar pada kisah cinta, namun Swift menyoroti berbagai hal yang mewarnai cinta itu sendiri. Ada birunya kehilangan, abunya kerinduan, tentang sebuah penghianatan, tentang usaha untuk bertahan, move on, kata maaf, atau bagaimana rasanya melupakan sesorang. hingga tentang lelaki hidung belang sekalipun yang semuanya dibalut dalam merahnya cinta. Yup, another Taylor Swift’s broken hearted album but in another colour.

Dibuka dengan suasana pop-rock-retro yang lincah melalui State of Grace, Swift kemudian menceritakan kisah cinta lamanya dalam warna biru, abu, dan tentunya Merah lewat lagu favorit saya di album ini, Red. Treacherous selanjutnya akan membawa kita sejenak untuk beristirahat melalui track dengan irama yang melambat sebelum I Knew You Were Trouble, official single  ke tiga album Red, kembali menghentak.

Album ini berikutnya menyuguhkan lagu-lagu dengan slow atau middle tempodan tempo cepat yang disusun secara bergantian. Cukup efektif memang untuk mencegah kesan monoton saat mendengarkan album ini track-by-track hingga pada akhirnya ditutup dengan single kedua untuk album ini. Sebuah komposisi balad dengan aroma country yang cukup untuk membuktikan bahwa Taylor Swift adalah penyanyi Country, Begin Again.

Dalam album ini pula Taylor Swift kembali menunjukkan kemampuannya menyanyikan lagu balad yang mengalun sangat lembut lewat Sad Beautiful Tragic, I Almost Do, Begin Again, serta The Moment I Knew. Dan eksplorasi musiknya terlihat jelas pada komposisi 22, I Knew You Were Trouble, Come Back…Be Here dan lagu nomor 1 pertamanya di chart Billboard 100, We Are Never Ever Getting Back Together, yang sekilas terdengar seperti lagu-lagu yang sering kita dengarkan belakangan dari musisi lain (or at least on the intro part) sekaligus seolah membawa kita untuk menyimpulkan bahwa Swift mulai merambah musik mainstream (?)

Hal ini setidaknya dapat dijelaskan seperti apa yang telah dipaparkan sang artis dalam wawancaranya di berbagai media bahwa selain menulis sendiri semua materi dalam album ini dimana 11 lagu dari keseluruhan 19 lagu ditulisnya tanpa co-writer, album ini adalah untuk kali pertama Taylor Swift bekerja dengan orang-orang baru selain Nathan Chapman, Butch Walker dan Liz Rose yang pernah membantu sebelumnya. Nama-nama Dan Wilson (Adele, Keith Urban), Max Martin (Britney Spears, Katy Perry, Celine Dion), Shellback (P!nk, Maroon 5, Avril Lavigne), dan Jeff Bhasker (Alicia Keys, Beyonce, Fun.) turut membantunya membuat Red begitu berwarna dan terkesan mainstream termasuk duet baladnya bersama Gary Lightbody dari Snow Patrol, dalam The Last Time dan kolaborasi mid-tempo bersama Ed Sheeran di Everthing Has Changed.

Red sejatinya bukanlah album patah hati yang akan mengharu-biru menciptakan suasana kelam atau merubah mood yang akan membuat anda menyukainya hanya dalam sekali dengar, namun secara pasti akan mengajak pendengarnya kembali merasakan manisnya jatuh cinta berikut perihnya patah hati but in another way. Album ini dirilis dalam dua format, Standard Edition dengan 16 lagu dan bonus 3 lagu baru plus versi demo untuk Treacherous dan Red ditambah acoustic version dari State of Grace di Deluxe Edition.

 

Album Art Cover

Taylor Swift - Red

Taylor Swift – Red

Taylor Swift - Red (Deluxe Edition)

Taylor Swift – Red (Deluxe Edition)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Track Listing

Standard Edition

  1. State of Grace
  2. Red
  3. Treacherous
  4. I Knew You Were Trouble
  5. All Too Well
  6. 22
  7. I Almost Do
  8. We Are Never Ever Getting Back Together
  9. Stay Stay Stay
  10. The Last Time (featuring Gary Lightbody of Snow Patrol)
  11. Holy Ground
  12. Sad Beautiful Tragic
  13. The Lucky One
  14. Everything Has Changed (featuring Ed Sheeran
  15. Starlight
  16. Begin Again

Deluxe Edition

  1. The Moment I Knew
  2. Come Back…Be Here
  3. Girl at Home
  4. Treacherous (Original Demo Recording)
  5. Red (Original Demo Recording)
  6. State of Grace (Acoustic Version)

RED on iTunes.

RED (Deluxe Edition) on iTunes.

We Are Never Ever Getting Back Together on YouTube

Begin Again on YouTube

About ardnas20

an Instrument Designer who loves Movie, Music, and Photography...

Discussion

2 thoughts on “Album Review: Taylor Swift – Red

  1. Hai sandra, saya dari Muvila.com boleh minta kontak emailnya gak? Kita mau kumpulin database movie blogger untuk kita undang ke acara kita yang terdekat untuk movie blogger. Langsung aja ya mention ke @nizarland atau email ke nizar@muvila.com biar saya bisa responnya cepet. Thanks anyway🙂

    Posted by Nizar | November 21, 2012, 10:43 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: The 55th Annual Grammy Awards 2013: Nominations List « Anything - January 29, 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: